Kajian Ilmiah Hubungan Istigfar dan Morphine Alami Tubuh

AvatarAyash 0December 31, 201848

Ada sebuah ungkapan yang lazim di masyarakat, ungkapan itu adalah; Wajah ceria menandakan isi hati. Artinya, isi hati bisa dilihat dari wajah seseorang. Ketika wajah seseorang ceria, isi hatinya sedang bagus. Ketika sedang muram, isi hatinya jelek. Ini semua sudah dikenal mayarakat secara umum.

Dengan kata lain, sebuah monitor computer hanya akan menunjukkan isi harddisk. Kalau harddisk isinya A, maka yang akan tampil hanya A. ungkapan dan anggapan ini sukses menyesatkan manusia di atas muka bumi ini entah sejak tahun berapa.

Yang jelas, sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Padahal, banyak orang ingin bisa tampil optimis, dan selalu produktif. Hanya karena anggapan sesat itu, Anda pun jadi pesimis menjalani hidup.

Untuk menerangkan, bahwa itu semua salah cukup mudah. Bahkan studi ilmiah juga sudah dilakukan. Beberapa puluh tahun yang lalu, Paul Ekman dan kerabatnya sukses menyuguhkan fakta menarik.

Mereka melakukan riset, puluhan orang yang dipaksa untuk selalu tersenyum, memiliki hati yang lebih baik. Daripada orang yang mengandalkan isi hati untuk tersenyum. Jadi, pola wajah kita sehari-hari mampu membuat hati lebih ceria dan lebih baik.

El Salman Ayashi, Rz dalam buku “Dahsyatnya Senyuman” mengatakan, hati dan wajah adalah dua hal saling berkait. Keduanya bisa disetir dua arah. Artinya, untuk membuat hati menjadi bahagia, paksalah dan biasakan untuk tersenyum. Minimal setiap bangun tidur, dan ketika bertemu dengan manusia.

Sebaliknya, hati pun akan menunjukkan isi pada wajah dengan mudah. Keduanya bagus dan menarik untuk dikaji. Akan tetapi, mengandalkan isi hati saja untuk gembira, Anda akan kesusahan dan lebih menderita. Lalu mana yang terbaik? Biasakan untuk tersenyum ketika bangun tidur dan bertemu dengan maanusia.

Banyak orang merasa mudah depresi, stress dan susah mengendalikan isi hati. Karena mereka semua lupa, bahwa wajah bisa digunakan dengan maksimal untuk membuat hari menjadi lebih indah. Membuat hati menjadi lebih bahagia. Sejalan dengan itu semua, istigfar juga akan menjadikan hati lebih baik. Karena bacaan ini, akan membawa kondisi menjadi lebih rileks. Maka, biasakan untuk membaca istigfar pada berbagai hal. Minimal disiplinkan pada pagi dan sore hari.

Kita lakukan test. Perhatikan gambar di bawah ini dan tuliskan reaksi hati Anda.

Beberapa kawan, saya tunjukkan foto di atas dengan tiba-tiba, rata-rata mereka semua terkejut dan mengumpat saya. Alhasil, tensi mereka naik sampai di atas normal. Namun ketika saya sarankan untuk membaca istigfar beberapa kali, mereka merasa lebih baikan. Dan tidak deg-degan lagi.

Saya sendiri pernah mencob terapi istigfar ketika menderita Delusi Referensi. Saya membaca istigfar 100 kali dengan tasbih pada senja dan pagi hari. Terutama ketika saya merasakan paranoid kepada manusia, saya coba konsentrasi dan membaca kalimat ampuh tersebut. Hasilnya, pikiran lebih ringan, focus dan tatapan mata juga lebih tajam. Anda tahu sendiri, Delusi Referensi adalah penyakit pikiran dan tahu sendirilah.

100 kali istigfar akan memancing endorphine. Dia selain memblok rasa nyeri, endorphin bertanggung jawab terhadap hadirnya perasaan senang dan yang berguna untuk memberikan batas rasa puas setelah mengalami sesuatu yang menyenangkan.

Seperti contoh kecilnya saat menikmati suatu makanan.  Sebagian besar emosi dan memori diproses di dalam bagian otak dengan nama limbic system yang kaya dengan reseptor opiate di mana hypothalamus termasuk di dalamnya.  Hypothalamus mengatur berbagai macam fungsi di tubuh kita seperti bernafas, rasa lapar, kebutuhan seksual, dan respon terhadap emosi. Sehingga saat segalanya berjalan normal dan sesuai harapan, kita akan merasa puas.

Maka saat kita merasa puas, bahagia, atau senang, sebagai efek dari keluarnya endorphin dan mempengaruhi hypothalamus, akan terjadi kondisi nafsu makan yang meningkat, pelepasan hormon seks, meningkatkan sistem imunitas tubuh, rasa nyeri berkurang, tidur lebih nyenyak, berkurangnya stress.

Membaca istigfar 100 kali di senja hari, akan menenangkan syaraf di wajah, dan di beberapa titik penting yang memengaruhi stress. Nah, secara alamiah endorphin diproduksi oleh tubuh kita saat tubuh merasa stress dan nyeri.  Tujuannya adalah agar segera terjadi recovery di tubuh dan rasa nyeri dan stres berkurang.

Contoh sederhana saat kita terluka, setelah beberapa lama rasa nyeri akan berkurang. Itu adalah kerja endorphin. Demikian juga dengan stres, endorphin berguna agar yang bersangkutan bisa keluar dari kondisi stresnya.  Tapi banyak cara lain agar endorphin bisa diproduksi tubuh seperti berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *